Archive | Januari 2012

Uji Bioassay

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN VEKTOR PENYAKIT

BIOASSAY KONTAK

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar belakang

Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki masalah kesehatan yang masih cukup tinggi terutama masalah penyakit menular.  Keadaan transisi Epidemiologi yang ditandai dengan semakin berkembangnya penyakit degeneratif dan penyakit menular yang belum dapat diatasi sepenuhnya seperti malaria merupakan sebagian tantangan kesehatan dimasa depan. Penyakit menular tersebut disebabkan oleh vektor penyakit. Tantangan lainya yang harus ditanggulangi antara lain adalah meningkatnya masalah kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, dan perubahan dalam bidang kependudukan pendidikan, sosial budaya dan dampak globalisasi yang akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan keadaan kesehatan masyarakat.

Terkait dengan masalah penyakit menular khususnya malaria yang disebabkan oleh vektor nyamuk perlu adanya tindakan penanganan yang tepat. Tindakan untuk memutus rantai penularan penyakit dan pemberantasan vektor sangatlah diperlukan. Tindakan pemberantasan vektor nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan insektisida. Untuk mengetahui kemampuan insektisida dalam membunuh vektor khususnya nyamuk dilakukan pengujian yang disebut uji bioassay. Oleh karena itu, kami melakukan praktikum bioassay untuk mengetahui cara pengujian yang benar dan tepat. Baca lebih lanjut

Iklan

Trapping Tikus

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN VEKTOR

“TRAPPING TIKUS”

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar belakang

Vektor adalah anthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatuInfectious agent dari sumber Infeksi kepada induk semang yang rentan. Bagi duniakesehatn masyarakat, binatang yang termasuk kelompok vektor yang dapat

merugikan kehidupan manusia karena disamping mengganggu secara langsung jugasebagai perantara penularan penyakit, seperti yang sudah diartikan diatas.Adapun dari penggolongan binatang ada dikenal dengan 10 golongan yangdinamakan phylum diantaranya ada 2 phylum sangat berpengaruh terhadapkesehatn manusia yaitu phylum anthropoda seperti nyamuk yang dapat bertindaksebagai perantara penularan penyakit malaria, demam berdarah, dan phylumchodata yaitu tikus sebagai pengganggu manusia, serta sekaligus sebagai tuanrumah (hospes), pinjal Xenopsylla cheopis yang menyebabkan penyakit pes. Baca lebih lanjut

Toleransi Organisme

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI KESEHATAN

“Toleransi Organisme”

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Air murni merupakan persenyawaan kimia yang terseri atas dua atom Hidrogen (H) berkaitan dengan satu atom oksigen (O). air serta bahan-bahan yang terkandung didalamnya merupakan lingkungan bagi jasad-jasad air. Air berpengaruh terhadap biota perairan seperti ikan, udang, kerang, dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh sifat-sifat fisiknya yaitu sebagai medium tampat hidup tepat tumbuh-tumbuhan dan hewan. Selain itu, dengan sifat-sifat kimianya air berfungsi sebagai pembawa zat-zat hara yang diperlukan bagi pembentukan bahan-bahan organic oleh tumbuh-tumbuhan (Ghufran & Tancun, 2007) Baca lebih lanjut

Pengambilan sampel pada Populasi

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI KESEHATAN

“Pengambilan Sampel pada Populasi”

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Pengetahuan tentang populasi sebagai bagian dari penetahuan ekologi telah berkembang menjadi semakin luas. Dinamika populasi tampaknya telah berkembang menjadi pengetahuan yang dapat berdiri sendiri. Dalam perkembangannya pengetahuan itu banyak mengembangkan kaidah-kaidah matematika terutama dalam pembahasan kepadatan dan pertumbuhan populasi. Pengembangan kaidah-kaidah matematika itu sangat berguna untuk menentukan dan memprediksikan pertumbuhan populasi organisme di masa yang akan datang. Baca lebih lanjut

Ekosistem Pekarangan

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI KESEHATAN

“Ekosistem Pekarangan”

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

Menurut arti katanya, pekarangan berasal ari kata “karang” yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto, 1976). Sedang secara luas, Terra (1948) memberikan batasan pengertian sebagai berikut: “Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan. Pekarangan kebanyakan slng berdekaan, dan besama-sama membentuk kampung, dukuh, atau desa”. Baca lebih lanjut

Makalah Penyakit Meningitis

MAKALAH PATOFISIOANATOMI

 “MENINGITIS”

DisusunOleh :

Nama      : EVI NURHIDAYAH

NIM        : B1003014

Kelas       : Kesling A

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN

POLITEKNIK BANJARNEGARA

2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.LatarBelakang

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia. Salah satu upaya pembangunan kesehatan yang dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan adalah melalui Program Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan serta mengurangi dampak sosial dari penyakit menular. Dengan kemajuan teknologi, di negara maju banyak penyakit menular yang telah mampu diatasi, bahkan ada yang telah dapat dibasmi. Namun, masalah penyakit menular masih tetap dirasakan oleh sebagian besar penduduk negara berkembang, salah satunya adalah penyakit meningitis. 2 Meningitis merupakan infeksi cairan otak yang disertai radang selaput otak dan medulla spinalis yang superfisial. Lebih dari 70 % kasus meningitis terjadi pada anak usia bawah lima tahun. Baca lebih lanjut

Makalah Kanker Serviks

MAKALAH

PATOFISIOANATOMI

“PENYAKIT KANKER SERVIKS”


DISUSUN OLEH:

EVI NURHIDAYAH

B1003014

 

PROGRAM STUDI DIII KESEHATAN LINGKUNGAN

POLITEKNIK BANJARNEGARA

2011

KATA PENGANTAR

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah patofisioanatomi ini. Baca lebih lanjut