Pengambilan sampel pada Populasi

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI KESEHATAN

“Pengambilan Sampel pada Populasi”

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Pengetahuan tentang populasi sebagai bagian dari penetahuan ekologi telah berkembang menjadi semakin luas. Dinamika populasi tampaknya telah berkembang menjadi pengetahuan yang dapat berdiri sendiri. Dalam perkembangannya pengetahuan itu banyak mengembangkan kaidah-kaidah matematika terutama dalam pembahasan kepadatan dan pertumbuhan populasi. Pengembangan kaidah-kaidah matematika itu sangat berguna untuk menentukan dan memprediksikan pertumbuhan populasi organisme di masa yang akan datang.

Penggunaan kaidah matematika itu tidak hanya memperhatikan pertumbuhan populasi dari satu sisi yaitu jenis organisme yang di pelajari, tetapi juga memperhatikan adanya pengaruh dari faktor-faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Pengetahuan tentang dinamika populasi menyadarkan orang untuk mengendalikan populasi dari pertumbuhan meledak ataupun punah.

Populasi juga mempunyai sejarah hidup dalam arti mereka tumbuh, mendadakan pembedaan dan memelihara diri seperti yang di lakukan organisme. Di samping itu populasi juga mempunyai organisasi dan struktur yang dapat dilukiskan. Populasi adalah kumpulan individu dari suatu jenis organisme. Pengertian ini dikemukakan untuk menjelaskan bahwa individu- individu suatu jenis organisme dapat tersebar luas di muka bumi, namun tidak semuanya dapat saling berhubungan untuk mengadakan perkawinan atau pertukaran informasi genetik, karena tempatnya terpisah. Individu- individu yang hidup disuatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetik dinyatakan sebagai satu kelompok yang disebut populasi.

Dalam penyebarannya individu-individu itu dapat berada dalam kelompok-kelompok, dan kelompok-kelompok itu terpisah antara satu dengan yang lain. Pemisahan kelompok-kelompok itu dapat dibatasi oleh kondisi geografis atau kondisi cuaca yang menyebabkan individu antar kelompok tidak dapat saling berhubungan untuk melakukan tukar menukar informasi genetik. Populasi-populasi yang hidup secara terpisah ini di sebut deme. Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa populasi merupakan totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana, 2005: 6). populasi dapat pula didefinisikan sebagai himpunan (yang lengkap atau sempurna) dari semua unit observasi yang mungkin (Agung, 1998: 12).

Dari pemaparan diatas, kita harus mempelajari tentang pengambilan sampel pada suatu populasi agar kita mengetahui karakteristik dari populasi yang kita ambil sebagai sampel dan dapat menjadi pembanding dengan karakteristik populasi yang lain.

Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum yang telah kami laksanakan yaitu:

  1. Untuk mengetahui cara pemilihan populasi,
  2. Untuk mengetahui teknik pengambilan sampel dalam populasi,
  3. Untuk mengetahui cara pengukuran besar organism dalam populasi,
  4. Untuk mengetahui perkiraan besarnya suatu populasi,
  5. Untuk mengetahui teknik perkiraan biomass suatu populasi,
  6. Untuk mengetahui teknik pembuatan model populasi (berdasarkan sebaran data).

Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan di Ladang Bengkok Desa Singomerto Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 13 Desember 2011 pukul 16.00 WIB.

BAB II

MATERI DAN METODE

MATERI

ALAT

      1. Tali Rafia
      2. Meteran
      3. Alat tulis untuk mencatat
      4. Kamera
  1. BAHAN
    1. Populasi ladang bengkok
  1. METODE
  2. Diamati beberapa populasi organisme yang membentuk komunitas pada ekosistem yang akan diamati,
  3. Dipilih salah satu populasi organisme yang ada pada ekosistem yang diamati,
  4. Dibuat kuadrat pada tempat terdapatnya populasi yang terpilih,
  5. Diambil seluruh individu yang ada dalam kuadrat tersebut,
  6. Diperkirakan besarnya populasi organism tersebut dengan cara menghitung jumlah individu per satuan luas kuadrat,
  7. Dikelompokkan individu-individu tersebut dalam beberapa kelompok dapat berdasarkan ukuran badan, umur, dan rasio kelamin,
  8. Digambarkan model populasi tersebut berdasarkan sebaran data dan disajikan pada gambar 3.1
  9. Ditentukan pola penyebaran populasi yang diamati
  10. Dibandingkan hasil pengamatan populasi dengan populasi lain dari artikel ilmiah yang telah dipublikasikan.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

Hasil praktikum dilampirkan

PEMBAHASAN

Praktikum pengambilan sampel dalam populasi dilakukan di ladang bengkok desa Singomerto kecamatan Sigaluh, kabupaten Banjarnegara. Pada lokasi tersebut yang pertama kali diamati adalah ekosistem yang ada dengan komponen-komponen penyusunnya yaitu komponen biotik-abiotik. Kemudian diambil salah satu populasi saja dan diamati serta diidentifikasi. Komponen biotik meliputi makhluk hidup yang ada ditempat tersebut, baik hewan maupun tumbuhan. Komponen abiotik meliputi suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, dan kelembaban tanah. Pada saat praktikum dilaksanakan, keadaan cuaca ditempat tesebut kurang baik karena sedang terjadi hujan, keadaan tanahpun lembab, temperature rendah, dan intensitas cahayapun sangat kurang. Namun pengambilan foto untuk lampiran dilaksanakan satu hari setelah praktikum pada saat tidak turun hujan.

Di dalam ladang tersebut, terdapat berbagai komponen biotik seperti:

Singkong

Singkong juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Klasifikasi singkong:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Upafamili: Crotonoideae
Bangsa: Manihoteae
Genus: Manihot
Spesies: M. esculenta

Memiliki nama latin manihot utilissima. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:

  • Kalori 121 kal
  • Air 62,50 gram
  • Fosfor 40,00 gram
  • Karbohidrat 34,00 gram
  • Kalsium 33,00 miligram
  • Vitamin C 0,00 miligram
  • Protein 1,20 gram
  • Besi 0,70 miligram
  • Lemak 0,30 gram
  • Vitamin B1 0,01 miligram

Jagung

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok.

Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Klasifikasi jagung:

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Zea
Spesies: Z. mays

Kacang tanah

Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia.  Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil.

Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.

Klasifikasi kacang tanah:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Upadivisi: Angiospermae
Kelas: Magnoliophyta
Ordo: Leguminales
Famili: Papilionaceae
Upafamili: Faboideae
Bangsa: Aeschynomeneae
Genus: Arachis
Spesies: Arachis hypogeae L.
Arachis tuberosa Benth.
Arachis guaramitica Chod & Hassl.
Arachis idiagoi Hochne.
Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip.
Arachis villosa Benth.
Arachis prostrata Benth.
Arachis helodes Mart.
Arachis marganata Garden.
Arachis namby quarae Hochne.
Arachis villoticarpa Hochne.
Arachis glabrata Ben
  1. Pohon Pisang

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Klasifikasi pisang:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Zingiberales
Famili: Musaceae
Genus: Musa

Spesies:

  • M. acuminate
  • M. balbisiana
  • M. ×paradisiaca (invalid)
  • M. sapientum (invalid)
  1. Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan adalah anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.

Klasifikasi kelapa:

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Monocots
(tidak termasuk) Commelinids
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Upafamili: Arecoideae
Bangsa: Cocoeae
Genus: Cocos
Spesies: C. nucifera
  1. Salak

Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Ia dikenal juga sebagai sala (Min., Mak., Bug., [1] dan Thai). Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular.

Klasifikasi salak:

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Genus: Salacca
Spesies: S. zalacca

Nama binomial Salacca zalacca

  1. Durian

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio.  Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Klasifikasi durian:

Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Durio
Spesies: D. zibethinus
  1. Pohon cabai

Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Cabai memiliki klasifikasi ilmiah (kerajaan = plantae).

Dari berbagai tumbuhan yang membentuk suatu ekosistem di ladang tersebut, kami hanya memilih populasi singkong yang akan kami amati dan identifikasi. Singkong merupakan tanaman perdu yang berasal dari Amerika Selatan dengan lembah sungai Amazon sebagai tempat penyebarannya (Odigboh, 1983 dalam Chan 1983). Pohon singkong dapat tumbuh hingga 1-4 meter dengan daun besar yang menjari dengan 5 hingga 9 belahan lembar daun. Batangnya memiliki pola percabangan yang khas.

Pada praktikum yang telah kami laksanakan, jumlah individu per satuan kuadrat adalah 19 pohon singkong yang setiap individu memiliki tinggi dan diameter yang berbeda-beda, namun memiliki umur yang sama yaitu 4 bulan karena pada saat penanaman dilakukan secara bersama-sama. Tinggi individu yang 100cm = 1 pohon, 120cm = 3 pohon, 130cm = 5 pohon, 135cm = 1 pohon, 140cm = 1 pohon, 145cm = 1 pohon, 150cm = 1 pohon, 160cm = 2 pohon, 170cm = 1 pohon, 180cm = 2 pohon, 200cm = 1 pohon. Sedangkan diameter pohon adalah 0,5cm = 1 pohon, 1cm= 4 pohon, 1,5cm = 8 pohon, 1,7cm = 2 pohon, 2cm = 4 pohon.

Pola penyebaran populasi yang ada adalah acak mengumpul karena didalam satuan kuadrat tersebut populasi tumbuh secara acak, namun ada beberapa yang mengumpul.

Dalam artikel yang kami ambil, pengertian populasi adalah keseluruhan objek yang akan/ingin diteliti. Pada pengamatan yang kami lakukan populasi yang kami teliti adalah kebun bengkok yang berisi beberapa populasi, seperti populasi singkong, populasi jagung, populasi kacang tanah, populasi pohon salak dll. Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian (sampel sendiri secara harfiah berarti contoh). Dan disini yang menjadi objek penelitian kami adalah populasi dari pohon singkong. Pohon singkong di sini juga bisa juga di sebut dengan populasi target/ sasaran, yaitu populasi yang menjadi sasaran pengamatan atau populasi dari mana suatu keterangan,akan diperoleh.

Dalam artikel di sebutkan bahwa Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu :

  1. Probability Sampling (Random Sample)
  2. Non Probability Sampling (Non Random Sample)

Ada 5 cara pengambilan sampel yang termasuk secara random, yaitu, sampel random sederhana, sampel random sistematik, sampel random berstrata, sampel random berkelompok dan sampel random bertingkat. Dan dari ke-5 cara pengambilan sampel, cara pengambilan sampel yang kami lakukan mendekati teknik pengambilan sampel random berkelompok. Pengambilan sampel dilakukan terhadap sampling unit, dimana sampling unitnya terdiri dari satu kelompok (cluster). Tiap item (individu) di dalam kelompok yang terpilih akan diambil sebagai sampel. Cara ini dipakai : bila populasi dapat dibagi dalam kelompok-kelompok dan setiap karakteristik yang dipelajari ada dalam setiap kelompok. Jika kita ingin melakukan penelitian pada sesuatu populasi yang besar, kita tidak perlu meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanya mengambil sebagian saja (sampel).

BAB IV

KESIMPULAN

Pada praktikum yang kami lakukan, dapat di tarik kesimpulan bahwa dari berbagai komponen ekosistem ladang bengkok yang ada, kami hanya mengambil pohon singkong sebagai sample. Pada per satuan luas kuadrat yang telah dibuat, terdapat 19 individu dengan tinggi dan diameter yang berbeda-beda namun berumur sama. Pola penyebaran populasi yang kami amati adalah acak mengumpul.

Pada intinya jika kita ingin melakukan penelitian pada sesuatu populasi yang besar, kita tidak perlu meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanya mengambil sebagian saja (sampel).

DAFTAR PUSTAKA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s