SAMPAH MENJADI BERKAH

Assalamu’alaikum wr wb..

Hay sahabat Blog,,,,setelah sekian lama saya tidak berkunjung di dunia maya yang satu ini,,,,kangen rasanya ingin menggoreskan tulisan-tulisan. Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku catat disini,,tetapi kadang waktu yang gg bisa buat kompromii, hehe…(alias sok sibuk gituuu)

Di kesempatan kali ini,,,aku ingin membahas tentang SAMPAH. Yaah…sambil mengingat ilmu yang didapat dibangku perkuliahan dulu,,,🙂

Judulnya,,,,,

“SAMPAH MENJADI BERKAH”

Mungkin sebagian orang memang malas membahas tema yang satu ini…tp..dibalik sampah yang selalu membuat masalah,,,kalau diamatii,,banyak banget looh manfaat baik sampah,, (jgn dipandang jeleknya saja sobat..)

Seperti yang kita ketahui.. Sampah adalah segala sesuatu dari aktivitas manusia atau hewan yang sudah tidak digunakan lagi, dibuang karena tidak diinginkan atau tidak digunakan lagi dan belum memiliki nilai ekonomis…kurang lebihnya kayak gitu deh,,,heheee

Membahas tentang sampah memang tidak ada ujungnya, baik dari pengertian sampah yang begitu banyak, jenis-jenis sampah, sumber-sumber sampah, problem atau masalah yang ditimbulkan di berbagai pihak, maupun solusi penanganannya pun sangat beraneka ragam. Marii kita bahas satu per satuu…

Baca lebih lanjut

Praktek Klinik Entomologi

Pembuatan awetan jentik Aedes sp.

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Larva dimatikan manggunakan air panas 800C ,
  3. Memindahkan larva menggunakan pipet ke dalam eppendorf yang berisi alkohol 70% selama 24 jam,
  4. Memindahkan larva menggunakan pipet ke dalam eppendorf yang berisi alkohol 80% selama 10 menit,
  5. Memindahkan larva menggunakan pipet ke dalam eppendorf yang berisi alkohol 90% selama 10 menit,
  6. Memindahkan larva menggunakan pipet ke dalam eppendorf yang berisi minyak cengkeh selama 30 menit,
  7. Memindahkan larva menggunakan pipet ke dalam eppendorf yang berisi xylol
  8. Setelah itu, menyiapkan kaca sediaan yang bersih , kemudian memindahkan larva ke dalam kaca sediaan tersebut, lalu diteteskan kurang lebih 3 tetes entelan diatasnya
  9. Tutup dengan cover glass, kemudian diberi label.

Praktek Klinik Entomologi

Pembuatan awetan bed bugs / ketinggi

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Merendam bed bugs dengan cara memasukkannya kedalam gelas kimia yang sudah berisi akuadest selama 4 jam
  3. Setelah itu, memindahkan untuk direndam pada larutan KOH 10% selama 48 jam,
  4. Kemudian memindahkan lagi untuk direndam pada larutan NaOH 5% selama 5 jam
  5. Menyiapkan kaca sediaan yang sudah diberi label dengan keterangan nama masing-masing mahasiswa
  6. Mengambil bed bugs menggunakan pipet, dan diletakkan pada kaca sediaan yang telah dipersiapkan tersebut
  7. Setelah itu, dipress dengan meletakkan kaca sediaan lainnya di atasnya kemudian sedikit di tekan secara pelan-pelan agar cairan / kotoran yang ada didalam perut bed bugs tersebut dapat keluar dan memperjelas pada saat identifikasi morfologi di bawah mikroskop
  8. Kemudian diberi alkohol 90% selama 4jam dengan cara digenangi
  9. Bed bugs siap dibuat preparat dengan ditetesi entelan
  10. Tutup dengan menggunakan cover glass.

Praktek Klinik Entomologi

Pembuatan awetan kutu rambut

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Merendam kutu rambut dengan cara memasukkannya kedalam gelas kimia yang sudah diberi alkohol 70% selama 24 jam
  3. Memindahkan ke alkohol 80% selama 10 menit,
  4. Kemudian dipindahkan lagi ke dalam alkohol 90% selama 10 menit,
  5. Kemudian direndam ke minyak cengkeh selama 30 menit,
  6. Kemudian di pindah ke larutan xylol
  7. Menyiapkan kaca sediaan yang sudah diberi label dengan keterangan nama masing-masing mahasiswa
  8. Mengambil kutu rambut menggunakan pipet dan diletakkan pada kaca sediaan yang telah dipersiapkan tersebut
  9. Tetesi 2-3 tetes entelan / kira-kira menyeluruh / rata
  10. Tutup dengan menggunakan cover glass.

Praktek Klinik Entomologi

Pembedahan ovarium nyamuk

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Membius nyamuk dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi kloroform. Masukkan kapas tersebut menggunakan pinset kedalam kandang nyamuk
  3. Setelah nyamuk terbius, mengambil dan meletakkannya dicawan petri
  4. Meletakkan dibawah mikroskop lalu melakukan identifikasi. Identifikasi dibawah mikroskop disekting dengan menggunakan lampu atas Baca lebih lanjut

Praktek Klinik Parasitologi

Pemeriksaan telur cacing pada sampel tanah

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Menimbang sampel tanah sebanyak 5 gram dan memasukkan ke dalam tabung sentrifuge
  3. Menambahkan 20 ml akuadest ke dalam tabung yang berisi tanah tadi
  4. Mengaduk dengan steering rod hingga merata dan mendiamkan hingga beberapa menit
  5. Setelah semua tabung diisi, menghidupkan sentrifuge dengan kecepatan 2000 rpm selama kurang lebih 2 menit
  6. Setelah diputar, membuang cairan supernatan Baca lebih lanjut

Praktek Klinik Parasitologi

Pembacaan sediaan darah filaria

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Mengatur mikroskop sesuai kebutuhan , yaitu dengan menggunakan perbesaran 100x (10x pada lensa okuler, dan 10x pada lensa objektif) untuk mengetahui jumlah / menghitung jumlah cacaing / mikroffilaria , dan perbesaran 400 (10x pada lensa okuler, dan 40x pada lensa objektif) untuk mengetahui spesies mikrofilaria Baca lebih lanjut